Perairan
Jernih Serupa Minyak Tanah
Gili
ini memiliki perairan super jernih. Ikan atau benda-benda laut bisa terlihat
jelas dengan mata telanjang dari atas perahu yang kita tumpangi, apalagi kita
sengaja turun untuk menikmati keindahan bawah laut menggunakan alat snorkeling.
Ya, perarian Gili Bidara merupakan surga bagi para penyuka snorkeling. Di
sebelah barat pulau ini, terdapat trumbu karang yang indah, tidak jauh dari
pantai. Sekitar 10 atau dua puluh meter, dengan kedalam satu setengah atau
bahkan satu meter, kumpulan karang cantik bisa kita lihat. Di sebelah timur
Gili Bidara, terdapat karang-karang warna-warni yang sengaja dipelihara.
Menurut pemandu yang mengantar kami, karang-karang warna-warni yang tertata
rapi di atas rak besi itu dipelihara oleh Karang Taruna setempat. Siapapun yang
menyukai snorkeling pasti takjub dengan keindahan trumbu karang itu. Sekan
berada di taman bunga warna-warni, dengan ikan-ikan menari di lorong tamannya.
Sunset
dan Sunrise
Seperti
pulau kecil lainnya, Gili Bidara menjadi lengkap karena kita bisa menyaksikan
matahari terbit di timur pulau dan matahari tenggelam di sebelah barat pulau.
Dengan jarak yang tidak jauh. Suasana saat matahari terbit memang menyehatkan.
Kita bisa duduk dan menunggu kehadiran matahari di dermaga. Jangan lupa buatlah
secangkir kopi dan nikmati kehadiran pagi yang segar di gili ini. Dan jika sore
tiba, pindahlah ke sebelah barat gili. Suasananya tidak kalah dengan terbitnya
matahari. Kalau beruntung, kita bisa menyaksikan langit memerah dengan tebaran
mega, dan matahari terlap di pundak Rinjani.
Berlabuh
di Pasir Putih
Saya
dan teman-teman berlabuh di sebelah barat pantai saat matahari hampir
tenggelam. Sore di gili Bidara, adalah sore yang tenang dan menyenangkan. Jika
ingin menghindari kebisingan, duduklah sore hari dipantai ini. Maka sumpek dan
galau akan sirna oleh suasana yang nyaman dipantai berpasir putih dan lembut
ini. Jika sore-hari tiba, ombak tak lagi menyapa pantai. Air laut surut agak
ketengah. Saya dan teman-teman duduk dan ngobrol dipantai hingga larut malam.
Kami tidur di alam bebas, dibawah langit malam yang ramah dan hembusan angin
pantai. Tak ada nyamuk. Sesekali cericit burung malam membisiki laut. Ngobrol
sambil tiduran dialam bebas sambil mendengar petikan gitar, tentu terasa
menyenangkan. Apalagi obrolannya soal hoby dan hal-hal menarik yang kita sukai.
Memotret
Milky way
Setelah
agak larut, sekitar pukul satu dini hari, langit Bidara menjadi gelap. Cahaya
bulan meredup dan mulai terlihat terlihat bintang mengintip dari balik awan.
Lambat awan pergi, dan langit bitu gelap. Tebaran bintang menjadi terlihat mendominasi
langit gili. Gili ini menjadi tempat
indah untuk memotret bintang dan milkiway. Saya mencoba memotet
bintang-bintang, namun karena keterbatasan lensa, hasilnya kurang memuaskan.
Dua orang teman terlihat sibuk mengabadikan langit malam.
Taman
Laut dan Palung Dalam
Di
samping taman trumbu karang tersebut, teradat palung yang dalam dan gelap. Bagi
yang takut palung tentu arela ini bisa bikin merinding. Saya sendiri membayang
kan palung dalam tersebut menjadi tempat persembunyian ikan-ikan besar. Tapi
rasa takut akan sirna manakala mata kita memandang dereta trumbu karang
bersusun dengan gradasi warna putih yang semakin menggelap ke dasar palung.
Agak keselatan terdapat karang menyerupai dinding. Keren sekali. Orang lokal
menyebutnya sebagai karang meja. Karang-karang memikat ini, membuat saya ingin
berlama-lama di perairan. Beberapa teman-teman yang ikut menyelam, tak
henti-hentinya mengarahkan kamera ke kumpulan karang tersebut sambil bergantian
saling memotret atau berpoto selfie. Berbagai jenis ikan seakan telah mengerti
bahawa mereka tengah diabadikan oleh para tamu yang datang. Hanya dengan
sepotong roti yang dimasukkan ke dalam botol plastic, lalu dikeluarkan sedikit
demi sedikit maka ratusan ikan akan datang mengerubuti dengan lucunya. Dari
balik karang-karang yang indah kita juga bisa menyaksikan ikan-ikan cantik
mengintip dan malu-malu untuk mengikuti teman-temannya berebut roti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar