Selasa, 24 Mei 2016

Gili Kedis, Yang Mungil dan Manis



Namanya Gili Kedis. Saya mendengar namanya justru dari sebuah postingan di media sosial. rasa penasaran muncul saat melihat bentuk pulau ini dari photo udara. Bentuknya unik. Seperti bentuk jantung atau lambang love. Satu saat saya berkesempatan untuk menjelajahi pulau ini.

Pulau kecil ini, sebetulnya bukan tujuan utama saya menjelajah. Tapi kepada pemilik perahu yang mengantar kami mengarungi perairan Sekotong, Lombok Barat, saya minta untuk diantar ke Gili Kedis (Kalau di Google Map tertulis Gili Bedis).
Saat perahu kecil yang kami tumpangi berlabuh, saya langsung takjub dengan keindahan pulau mungil ini. Saya tidak sabaran untuk segera melopat dan menginjakkan kaki di pasir yang putih dan lembut. Gili Kedis memang mempesona. Dengan ukuran mungilnya, pulau ini menjadi tampak cantik. Tak perlu waktu lama untuk menjelajahi seluruh pulau dengan ukuran lebih kecil dari lapangan bola ini. Sekitar sepuluh atau sebelas menit, seluruh pantainya akan habis kita jejaki.

Saat pertama kali berkunjung, tak banyak orang di pulau ini. Hanya beberapa orang yang duduk dan mempersilahkan kami untuk ikut bergabung menyantap makanan. Waktu itu sinar matahari terasa menyengat, namun sengatannya tak terasa oleh keindahan yang disuguhkan oleh Gili tanpa penghuni ini. Beberapa pohon yang tumbuh menjadi tempat berteduh. Pemerintah membangun berugak  sebagai tempat para wisatawan melepas lelah. Kelebihan pantai ini adalah airnya yang jernih. Selain kejernihan yang mengelilingi gili ini, Gili Kedis memiliki alam bawah laut yang indah. Keindahan terumbu karangnya masih cukup terjaga sebagai habitat dari berbagai jenis ikan. Di satu sisi terdapat pasir putih yang lembut dengan ombak yang relative tenang, sedangkan di sisi lainnya teradapat bebatuan yang tergerus oleh ombak. Bagai penyuka snorkeling, bawah laut gili Kedis layak dijadwalkan dalam daftar penjelajahan.

Agar anda tidak bosan karena ukuran gilinya sangat kecil, maka spot ini sebagiknya tidak dijadikan sebagai tujuan utama. Kita bisa melanjutkan penjelajahan ke Gili terdekat agar tidak rugi di ongkos. Mintalah untuk diantar juga ke Gili lainnya kepada pemilik perahu.

Pohon Lian : Yang Tersisa dari Masa Lampau

Traveling, adalah cara belajar paling efektif untuk menemukan atau mengantarkan kita pada kesadaran akan kehebatan Tuhan dengan karya indahnya. Dalam setiap perjalanan aka nada sesuatu yang baru dan berbeda. Meskipun saya beberapa kali menginjakkan kaki di Tanjung Aan, namun selalu ada hala menarik di kawasan itu. Entah itu keindahan, detail material pantai, atau ikan-ikan yang tiba-tiba berubah jinak mendekati saya saat menyentuh perairan yang dangkal. Begitu pula dengan sesuatu yang saya akan ceritakan berikut ini. Tentang perjalanan bebearapa waktu lalu bersama beberapa orang teman yang hobinya jalan-jalan. Saya tidak ingat berapa kali melakukan perjalanan dari arah Labuhan Lombok menuju utara. Tapi saya tidak tahu bawa di dalam perjalanan menuju utara dari Labuhan Lombok terdapat sekumpulan pohon pohon raksasa, yang berasal dari jaman lampau. Itulah pohon Lian.  Mungkin saja selama ini saya tertidur di perjalanan, hingga tak sempat melihat atau saya melihat tapi tidak pernah punya kesempatan untuk turun mengamati pohon-pohon besar tersebut. Pohon berukuran raksasa ini berada di pinggir jalan.
Tepatnya kumpulan pohon lian ini berada di dusun Menanggabaris, desa Gunung Malang, Pringgabaya, Lombok Timur. Lebih tepatnya lagi, hutan ini berada tepat di depan pantai Pidana. Konon nama pantai Pidana lahir karena kawasan tersebut merupakan milik Lapas Selong Lombok Timur.
Lokasi pohon ini memang baru-baru diperkenalkan atau menarik perhatian. Dulunya orang hanya sekedar lewat dan melihat dari dalam kendaraan sambil berdecak kagum. Kagum akan keindahan dan ukurannya yang besar. Saya dan teman-teman mnerasa kecil sekali berada di antara pohon-pohon ini. Rasanya seperti menjadi kurcaci seperti dalam film-film Holywood. Jika dulu kita gratis memasuki kawasan ini, sekarang setelah ramai dikunjungi warga setempat menarik uang parkir bagi para pengunjung. Di kawasan itu juga terdapat berugak atau saung-saung yang berderet, tempat pengunjung bisa duduk-duduk menikmati suasana yang nyaman.
Menurut penuturan orang lokal, tanaman ini ditanam oleh penjajah Belanda. Artinya pohon-pohon yang batangnya mencapai empat puluh sampai limapuluh meter dan diameter mencapai lima meter ini, telah berusia ratusan tahun. Sayangnya pohon yang dulu jumlahnya cukup banyak ini, tidak bisa berkembang biak. Dulunya pohon-pohon Lian jumlahnya mencapai ratusan dan tumbuh sampai kaki gunung dan bukit-bukit di sekitarnya. Sekarang  pohon-pohon ini sudah hapir punah. Orang –orang kampung menggunakan kayu ini menjadi perahu dan bahan bangunan. Untunglah pemerintah menjadikan areal pohon lian yang tersisa menjadi lahan konservasi
Jika menjadi kawasan konservasi, saya merekomendasikan agar kawasan ini steril saja dari gangguan para pengunjung. Sebab di sana-sini terlihat banyak coretan dan goresan tangan yang merusak keindahan dan keaslian pohon. Begitu juga dengan keberadaan berugak yang sejatinya akan mengganggu kalau tidak boleh dibilang merusak keberadaan pohon-pohon yang tersisa.
Kini lokasi ini banyak dijadikan tempat shooting video klip lagu daerah atau  photo pre-wedding. Bagi yang mau berkunjung tolong jangan ganggu dengan mencorat-coret pohon ini. () -03

Senin, 16 Mei 2016

Gili Bidara, Taman Laut Sejuta Pesona

Tidak salah orang menyebut Lombok dan Sumbawa sebagi kepingan surga di bumi. Tempat-tempat indah terhampar dari ujung Sape hingga Ampenan di Lombok. Kali ini saya ingin menceritakan jejak perjalanan kami ke Gili Bidara. Sebuah gili yang terhampar di utara Dermaga Labuhan Lombok. Dari beberapa gili yang ada di kawasan tersebut Gili Bidara, adalah satu satunya gili yang ditingali nelayan. Ada beberpa rumah dengan pagar bedek (bamboo) di tepi barat (kalau saya tak salah kompas karena saya mengira arah dari tempat tengelamnya matahari). Selain rumah nelayan, terdapat juga sebuah mushala dengan ukuran yang cukup besar. Sayangnya saya tidak menemukan WC umum di tempat itu. Satu-satunya WC umum yang berada di samping mushalla terlihat rusak. Di tengah Gili bidara dijadikan tempat berebun oleh nelayan, tanaman kacang yang tumbuh di sebagian besar arela itu terlihat tumbuh subur dan siap dipanen. Sesanya gili ini ditumbuhi savanna.

Perairan Jernih Serupa Minyak Tanah
Gili ini memiliki perairan super jernih. Ikan atau benda-benda laut bisa terlihat jelas dengan mata telanjang dari atas perahu yang kita tumpangi, apalagi kita sengaja turun untuk menikmati keindahan bawah laut menggunakan alat snorkeling. Ya, perarian Gili Bidara merupakan surga bagi para penyuka snorkeling. Di sebelah barat pulau ini, terdapat trumbu karang yang indah, tidak jauh dari pantai. Sekitar 10 atau dua puluh meter, dengan kedalam satu setengah atau bahkan satu meter, kumpulan karang cantik bisa kita lihat. Di sebelah timur Gili Bidara, terdapat karang-karang warna-warni yang sengaja dipelihara. Menurut pemandu yang mengantar kami, karang-karang warna-warni yang tertata rapi di atas rak besi itu dipelihara oleh Karang Taruna setempat. Siapapun yang menyukai snorkeling pasti takjub dengan keindahan trumbu karang itu. Sekan berada di taman bunga warna-warni, dengan ikan-ikan menari di lorong tamannya.

Sunset dan Sunrise
Seperti pulau kecil lainnya, Gili Bidara menjadi lengkap karena kita bisa menyaksikan matahari terbit di timur pulau dan matahari tenggelam di sebelah barat pulau. Dengan jarak yang tidak jauh. Suasana saat matahari terbit memang menyehatkan. Kita bisa duduk dan menunggu kehadiran matahari di dermaga. Jangan lupa buatlah secangkir kopi dan nikmati kehadiran pagi yang segar di gili ini. Dan jika sore tiba, pindahlah ke sebelah barat gili. Suasananya tidak kalah dengan terbitnya matahari. Kalau beruntung, kita bisa menyaksikan langit memerah dengan tebaran mega, dan matahari terlap di pundak Rinjani.

Berlabuh di Pasir Putih
Saya dan teman-teman berlabuh di sebelah barat pantai saat matahari hampir tenggelam. Sore di gili Bidara, adalah sore yang tenang dan menyenangkan. Jika ingin menghindari kebisingan, duduklah sore hari dipantai ini. Maka sumpek dan galau akan sirna oleh suasana yang nyaman dipantai berpasir putih dan lembut ini. Jika sore-hari tiba, ombak tak lagi menyapa pantai. Air laut surut agak ketengah. Saya dan teman-teman duduk dan ngobrol dipantai hingga larut malam. Kami tidur di alam bebas, dibawah langit malam yang ramah dan hembusan angin pantai. Tak ada nyamuk. Sesekali cericit burung malam membisiki laut. Ngobrol sambil tiduran dialam bebas sambil mendengar petikan gitar, tentu terasa menyenangkan. Apalagi obrolannya soal hoby dan hal-hal menarik yang kita sukai.

Memotret Milky way
Setelah agak larut, sekitar pukul satu dini hari, langit Bidara menjadi gelap. Cahaya bulan meredup dan mulai terlihat terlihat bintang mengintip dari balik awan. Lambat awan pergi, dan langit bitu gelap. Tebaran bintang menjadi terlihat mendominasi langit gili.  Gili ini menjadi tempat indah untuk memotret bintang dan milkiway. Saya mencoba memotet bintang-bintang, namun karena keterbatasan lensa, hasilnya kurang memuaskan. Dua orang teman terlihat sibuk mengabadikan langit malam.


Taman Laut dan Palung Dalam
Di samping taman trumbu karang tersebut, teradat palung yang dalam dan gelap. Bagi yang takut palung tentu arela ini bisa bikin merinding. Saya sendiri membayang kan palung dalam tersebut menjadi tempat persembunyian ikan-ikan besar. Tapi rasa takut akan sirna manakala mata kita memandang dereta trumbu karang bersusun dengan gradasi warna putih yang semakin menggelap ke dasar palung. Agak keselatan terdapat karang menyerupai dinding. Keren sekali. Orang lokal menyebutnya sebagai karang meja. Karang-karang memikat ini, membuat saya ingin berlama-lama di perairan. Beberapa teman-teman yang ikut menyelam, tak henti-hentinya mengarahkan kamera ke kumpulan karang tersebut sambil bergantian saling memotret atau berpoto selfie. Berbagai jenis ikan seakan telah mengerti bahawa mereka tengah diabadikan oleh para tamu yang datang. Hanya dengan sepotong roti yang dimasukkan ke dalam botol plastic, lalu dikeluarkan sedikit demi sedikit maka ratusan ikan akan datang mengerubuti dengan lucunya. Dari balik karang-karang yang indah kita juga bisa menyaksikan ikan-ikan cantik mengintip dan malu-malu untuk mengikuti teman-temannya berebut roti.







Minggu, 15 Mei 2016

Goa Raksasa dan Keindahan Tanjung Ringgit

Pagi hari sekitar pukul 7.00 Wita saya dan keluarga berangkat dari Mataram menuju Pantai Pink Lombok Timur. Ada dua jalur menuju pantai pink. Yang pertama kita bisa langsung menuju pantai berpasir pink itu atau menggunakan perahu dari Tanjung Luar menuju pantai pink. Saya memilih jalur darat.Kendaraan umum yang langsung menuju lokasi ini tidak ada. Kita harus menggunakan motor atau mobil carter. Dalam perjalanan menuju Pantai pink kita bisa melihat hutan lindung dengan monyet-monyet liar di pinggir jalan. Jalan yang dilewati rusak dan berlubang, masih ada bekas aspal dan cor betonnya. Jalan yang rusak membuat perjalanan terasa lama. Kita melewati gerbang hutan lindung dengan portal penjaga. Waktu itu penjaga tidak membiarkan kami lolos.
Terakhir kami menemukan pertigaan yang ke kiri menuju pantai pink dan yang lolos menuju ke tanjung Ringgit. Saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Tanjung Ringgit. Terdapat pos atau kantor Dinas Perhubungan. Di samping kanan dinas tersebut terdapat  jalanan berbatu menuju arah tanjung. Wow kami terkesima dengan keindahan pemandangan di tanjung Ringgit. Tebing-tebing tinggi yang menjorok ke lautan lepas seperti ekor biaya yang sedang bermain air.
Panorama indah pantai berbatu membuata kami tak bosan-bosan mengarahkan kamera dan mengambil gambar. Saya memang pertama kali ke pantai Tanjung Ringgit. Sekitar 300 meter dari kantor perhubungan terdapat  meriam peninggalan tentara Jepang. Meriam berukuran besar ini, konon dulu ukurannya lebih panjang. Menurut penjaga gerbang meriam itu pernah dijarah dan sekarang dibuatkan tempat yang lebih bagus. Bersama kami ada puluhan orang datang dan mengabadikan gambar meriam tersebut. Di selatan  meriam terdapat sumur kecil di tepi laut. Konon sumur tersebut airnya tidak asin. Awalnya  saya tidak tahu letak meriam tersebut dan mencarinya sampai ke ujung pantai.
Di tengah perjalanan kami menemukan sebuah tulisan kecil penujuk arah bertuliskan “GOA RAKSASA 10 meter”. Penasaran saya dan anak-anak langsung menuju goa raksasa. Terdapat goa berukuran besar di tepi pantai. Saya masuk dan mengambil gambar mengobati rasa penasaran. Di sebelah timur (kalau saya tak salah menebak mata angina) terdapat tembusan goa tersebut dengan lubang besar menganga. Dari lubang besar tersebut, terlihat ribuan kelelawar bersahut-sahutan. Menurut dongeng setempat, goa tersebut tempat raksasa menyembunyikan seorang putri yang ia culik.
Saya ngos-ngosan berkeliling melihat pantai berbatu di Tanjung Ringgit. Lautan terlihat biru gelap dari atas bebatuan. Meskipun panas menyengat, kami tetap bertahan. Hanya satu dua pohon yang tumbuh tempat kami berteduh. Jika berkunjung ke lokasi ini bawalah bekal makanan dan minuman dari rumah karena di tempat ini taka da pedagang. Jangan lupa bawa pulang kembali sampahnya

Gili Petagan "Amazon" dari Lombok Timur

Menyusuri tempat asing yang sama sekali belum pernah kita jamah, memiliki senasi berbeda. Ada rasa penasaran, ada rasa senag, kadang muncul rasa rasa takut kalau-kalau ada binatang asing tiba-tiba muncul. Perasan campur baur itulah yang muncul saat saya mengunjungi Gili Petagan kemaren bersama kawan-kawan. dari Mataram.Berangkat dari Mataram ba’da Zuhur, saya dan teman-teman meluncur menuju Lotim. Rutenya dari Mataram, Masbagik, Aikmel, Labuhan Lombok dan belok kea rah utara pelabuhan Gili Limpau menuju Gili Petagan. Kalau anda berminat naik saja angkutan umum menuju Labuhan Lombok lalu cari angkutan yang mengantar ke kawasan Gili Lampu. Di pantai gili Lampu terdapat banyak nelayan yang bisa mengantarkan kita menuju gili Petagan. Nelayan mengambil upah mengantar dan meminjamkan alat snorling. Perahu yang saya tumpangi, menyiapkan 3 snorkel dan meminta ongkos Rp. 525.000. biaya sebesar itu akan menjadi murah jika kita berangkat bersama 5 sampai sepuluh atau dua belas orang.Gili Petangan memang bukan tujuan saya satu-satunya. Tapi saya ingin cerita sedikit soal gili Petangan. Untuk menjelajahi Gili dengan kumpulan bakau yang indah ini kita harus menunggu saat air laut tidak surut. Jika air laut surut maka bisa dipastikan perahu yang kita tumpangi akan kandas. Pemandu bisa menjelaskan kapan air laut tidak surut dan kita bisa menjelajah.    Gili Petagan, bersebelaha dengan gili Bidara dan Pulau Pasir atau Gili Kapal, terkenal dengan hutan bakaunya yang merupakan peninggalan dari pendudukan Jepang yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata di Lombok Timur. Hutan Bakau ini sekarang dikelilingi Padang Lamun dan terumbu karang yang indah. Padang Lamun adalah padang rumput yang tumbuh di dalam laut. Dalam perjalanan menuju Gili Petagan, kalian bisa menyaksikan betapa birunya air laut. Warna biru tersebut menandakan perairan dalam.
Saat kita pertama kali memasuki kawasan konservasi bakau ini, perasaan deg-degan antara penasaran dan takut kalau-kalau tiba-tiba ada binatang liar yang sembunyi di balik bakau. Terus terang memasuki lorong bakau seperti di film-film horror barat yang menceritakan hutan Amazon dengan ikan piranhanya. Saat pemandu menceritakan bahwa kawasan tersebut aman-aman saja, barulah saya merasa lega. Saya bahkan turun untuk berphoto di hutan bakau Gili Petagan.
Dari kawasan hutan bakau kita bisa melihat pemandangan indah di sebelah barat. Gunung Rinjani tampak gagah menjulang. Pemandangan biru hijau Rinjani serasa menyegarkan mata. Di gili Petagan kita menghirup udara nan bersih sambil memmandangi ikan-ikan kecil bermain di perairan dangkal. Menyusuri lorong bakau, kami menemukan areal luas seperti danau di tenghanya. Di “danau” yang dikelilingi pohon bakau ini terdapat bakau-bakau yang terpisah dan tumbuh di tengahnya. Menakjubkan
"

Sabtu, 23 April 2016

Guide Lombok Diapresiasi Tamu

Memberikan pelayanan istimewa kepada tamu atau wisatawan, adalah salah satu cara berpromosi yang paling ampuh. Begitu pula sebaliknya, pelayanan yang tidak ramah dan merugikan para tamu yang berkunjung ke pulau Lombok dan Sumbawa, langsung direspon negative baik melalui pemberitaan maupun status menjelekkan di media sosial.
Beruntunglah seorang guide asal Abiantubuh, yang selalu melayani tamu-tamu yang datang dengan baik. Ia tak hanya mengantar tamu ke hotel dan lokasi wisata, namun ia kerap mengajak tamunya untuk bertandang ke kampung halamannya di Abiantubuh, mengenalkannya ke orang-orang kampung. Konon itulah yang sering membuat tamu mengajak kemabali kawannya dan merekomendasikan pelayannnya kepada kawan lainnya di negara asal. Lihatlah video pendek berisi perjalanan turis dari negeri jiran Malaysia ini.
Betapa mereka sangat senang dan menampakkan keceriaan saat menjejakkan kaki di pulau Lombok dan Sumbawa. Mereka terlihat sangat menikmati dan tak henti-hentinya mengarahkan kamera kearah diri masing-masing seakan ingin menceritakan atau membagi kebahagiannya kepada para penonton videonya.  Video yang di aplot oleh akun bernama  Hang Dhamin.
Ini menjadi salah satu bukti bahwa keindahan pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sangat menarik bagi orang luar. Dan itu adalah peluang bagi kita warga NTB. Dari video tersebut terlihat mereka mengunjungi pantai Kuta, Gili Trawangan, Pulau Kenawa dan air terjun Sindang Gila dan menginap di salah satu hotel di Praya Lombok Tengah.  Selain memuji keindahan Lombok, Sang traveler juga memuji guidenya  Juan Di Matteo  dengan sebutan thorbaik. Coba liat tulisan di bawah video yang di aplotnya.
‪#‎VideoUpdate LOMBOK.( View in HD) ingat lagi trip lombok aku yang lepas? video dah siap. weehuuuu. Ape lagi jom aku share sikit antara tempat2 menarik yang korang wajib terjah kalau ke Lombok,kat sini lah aku dapat kesan TAN sampai sekarang. hahaha. enjoy ! video by Roy Terachi Pictures Khairul Nizam Nur Shahira Hashim Okid Ungu Roy Terachi. Kenawa Island tu paling panas dlm semua tempat aku pergi ! tp tido dalam kemah tu mmg wishlist ! best. Juan Di Matteo kami punya Supir disana.Thorbaek. aku macam dah pandai blakn sikit muahahaha . pui !

Ngadem di Taman Udayana

Udara siang hari sangat-sangat gerah beberapa hari terakhir.  Bisa dibilang cuaca panasnya termasuk ekstrem. Anak saya kalau pulang sekolah siang-siang wajib mandi atau berendam. Ia tak tahan terik matahari yang menyengatnya saat pulang menuntut ilmu di madrasah. Di sekolah, di kampus, di warung, atau di tempat umum lainnya kita sering mendengar keluhan orang tentang cuaca panas. Tak hanya di di dunia nyata, udara yang memanas menjadi pembicaraan para netizen di dunia maya. Seorang nentizen menyebutnya sebagai “neraka bocor” sebelum waktunya.  Saya yakin pembaca juga merasakan panasnya cuaca. Beruntunglah mereka yang memiliki fasilitas AC (Air Condition). Nah bagi anda yang tidak punya mesin pendingin ruangan, saya punya saran yang bisa menjadi pertimbangan anda menyikapi cuaca panas saat ini.
Jika anda berada di Wilayah Kota Mataram, datanglah ke taman-taman kota yang. Salah satu taman kota yang saya rekomendasikan adalah Taman Udayana. Alasannya, Taman Udayana memiliki pemandangan yang menarik karena di taman ini terdapat banyak bunga-bunga yang menyegarkan pandangan. Selain itu, terdapat air mancur yang mengesankan udara yang basah dan sejuk. Air mancur berada di bagian utara taman. Kelebihan lainnya adalah taman ini cukup rimbun karena ditumbuhi pepohonan yang berdaun lebat. Jika haus, pengunjung bis amemsan minuman dingin seperti jus atau minuman ringan. Taman udayana biasanya mulai ramai menjelang petang. Jika pagi hari taman yang memiliki fasilitas seperti alat senam atau olahraga permanen, ada tempat bermain skateboard bagi anak muda, ada kolam yang sedang dibangun, serta fasilitas refleksi bagi para lansia.
Taman Udayana adalah salah satu areal taman yang bersih, sejuk dan rapi.   Pedagang makanan berderet di tiap sisi belakang taman. Kita bisa membawa keluarga untuk sekedar menikmati pemandangan taman kota, atau memakai baju olah raga untuk emcoba fasilitas olahraga yang disediakan pemerintah. Jika dibanding dengangan jalanan di Malioboro Jogja, atau di jalan Braga Bandung, Jalan Udayana dengan taman kotanya tidak kalah menarik.
Jika tiba waktu Shalat, di tempat ini juga tersedia mushalla untuk mereka yang muslim. Jika hari minggu, jalan udayana di tutup dari kendaraan bermotor. Masyarakat biasanya tumpah ruah di jalanan ini menikmati udara pagi yang bersih. Pedagang kaki lima berderet di pinggir jalan menawarkan beraneka ragam pilihan. Mulai dari mainan anak-anak, kuliner, sampai burung dan reptile juga dijual di tempat ini jika hari minggu. Jika perrintah kota Mataram jeli, jalan ini juga bisa menjadi destinasi wisata baru

Lenyapnya Trotoar Kita

Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.  (Pasal 131 ayat 1 UU RI Nomor 22 Tahun 2009)
Trotoar sejatinya hanya bisa digunakan oleh para pejalan kaki. Begitu pula dengan jalan raya, peruntukannya hanya untuk kendaraan bermotor, sepeda, atau mobil-mobil besar. Dengan begitulah, keteraturan akan tercipta . 
Jika trotoar tersedia, para pejalan kaki akan merasa nyaman bepergian, tak perlu takut diserempet kendaraan.  Di beberapa tempat terutama dikota-kota besar, trotoar dibuat secantik mungkin. Hal ini mendorong warga untuk memanfaatkan trotoar untuk berjalan kaki ke berbagai tujuan.
Ada yang sekedar berjalan-jalan, atau berjalan kaki ke tempat bekerja. Gaya hidup sehat membuat warga di kota-kota besar dan negara maju, sangat peduli dengan pejalan kaki. Mereka justru mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Berjalan kaki atau bersepeda kini lebih disukai.  Mereka sadar bahwa berjalan kaki akan menciptakan kondisi badan yang lebih prima.
Menghadirkan kembali kenyaman bagi para pejalan kaki, akan menumbuhkan suasana dan semangat baru bagi sebuah kota kecil. Ada banyak hal positif yang bisa diraih dari upaya menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki tersebut. Sangat disayangkan kondisi saat ini, kita banyak menyaksikan trotoar hilang.
Trotoar raib oleh ketidakpedualian banyak pihak. Trotoar telah menjadi lahan parkir, trotoar telah dijual oleh oknum aparat untuk tujuan komersil. Karena “bermain mata” dan membayar upeti kepada oknum aparat, trotoar pun boleh atau bisa dibangun permanen sebagai tempat berusaha. Sungguh miris.
Trotoar bukan persoalan sederhana, pemerintah sampai harus mengatur trotoar dalam bentuk  Undang-Undang agar  hak bagi masyarakat pejalan kaki bisa diamankan. Lalu kita di Mataram, kota kecil yang terus menyempit  oleh jumlah bangunan, jumlah kendaraan, serta populasi penduduk nan terus meroket, menganggap persoalan trotoar adalah persoalan kecil yang tidak perlu diseriusi.
Entah karena tidak peduli, atau sudah menjadi pemandangan biasa, kita merasa enjoy saja dengan hilangnya trotoar. Kita merasa tidak terganggu bahkan ikut-ikutan parkir dipinggir jalan, di mana space itu digunakan mestinya untuk trotoar.  
Orang-orang diam saja bahkan seakan mendukung keberadaan PKL yang melanggar aturan dengan cara beramai-rami belanja dan ikut memenuhi badan jalan dengan kendaraan parkir.  Artinya mereka yang melanggar UU itu tidak dianggap sebuah kesalahan dan tak perlu diberi sanksi. Padahal, idealnya mereka yang melanggar undang-undang harus menapatkan hukuman. Di Kota Mataram itu tidak terjadi. Beberapa orang mengaku mendapat izin dari penguasa wilayah. Ini persoalan.

Salah satu contoh persoalan trotoar yang paling parah terjadi dijalan Panca Usaha.  Jalan yang kini mulai menggeliat oleh kemunculan banyak toko ini,  kian menyempit dan kerap macet. Tak ada kenyamanan bagi warga untuk bisa berjalan kaki, karena trotoar habis dipakai oleh pedagang kaki lima. Saya membayangkan jalan ini mirip seperti Ciampelas atau Dago di Bandung, tempat di mana orang-orang dari berbagai penjuru, datang untuk berbelanja pakaian dengan sangat nyaman.
Kawasan Panca Usaha yang berhenti di persimpangan Karang Jangkong tepat di persimpangan jalan Bung Karno ini, memang dijejeri toko pakaian mulai dari ujung timur hingga ujung barat.  Sudah pasti kedepan, jalan ini akan menjadi sebuah komplek pertokoan dengan bermacam pilihan pakaian.
Jika musim belanja pakian tiba, maka jalan ini menjadi jalur wajib macet.   Jika jalan Panca Usaha di perhatikan, maka akan nyaman sekali orang berjalan kaki dari ujung timur hingga ujung barat, untuk memilih pakaian.  
Cobalah berkhayal  bagaimana nyamannya berjalan di jalan Panca Usaha jika terdapat trotoar yang lebar. Lalu bayangkan juga terdapat fasilitas kebersihan atau tong-tong  sampah berjejer dengan  lalu lampu penerangan tersedia di malam hari.
Di beberaapa sisi kanan dan kiri jalan terdapat  bangku taman, tempat orang istirah saat berjalan atau berlari. Bangku taman yang cocok adalah bangku besi seperti yang terpasang di taman Sangkareang.  Nah dengan begitu, maka Panca Usaha  bakal menjadi tempat menarik untuk dikunjungi, seperti Malioboro di Jogjakarta, atau pusat Factory Outlite di Bandung.  
Jika kawasan ini sudah rapi, tinggal dipromosikan ke pihak luar sebagai salah satu objek wisata belanja, seperti kita memperkenalkan kawasan wisata kuliner atau wisata ziarah. Tentu ini akan berdampak positif bagi perkembangan pariwisata khususnya di Kota Mataram, yang minim wisata alam.
Kota yang mengelola trotoar dengan baik, pasti menuai dampak positif. Dari pengembalian fungsi trotoar, akan ada banyak masalah yang bisa teratasi. Memberikan hak para pejalan kaki misalnya, tentu akan muncul masyarakat yang gemar berjalan kaki ke tempat tujuan. Selama ini orang malas berjalan kaki, karena mereka tidak nyaman berjalan di trotoar yang semerawut oleh PKL dan parkir.
Mereka yang berjalan kaki harus menggunakan badan jalan, dan artinya itu rentan kecelakaan. Munculnya mereka yang gemar berjalan kaki akan mengurangi meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor. Untuk  bepergian seratus meter saja orang harus naik motor, karena tak nayamn berjalan kaki.  
Berkurangnya pengguna kendaraan akan mengurangi pula potensi kemacetan jalan raya. Berkurangnya pengguna kendaraan akan menciptakan langit yang lebih bersih dan sehat. Masyarakat yang mulai membudayakan berjalan kaki secara pelahan akan menjadi masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Intinya trotoar kita, harus segera dikembalikan. Masyarakat harus mendorong pengembalian itu dengan cara tidak ikut ikutan membuat kesemerawutan di trotoar, pemerintah harus tegas menerapkan aturan yang memang sudah tercantum dalam undang-undang.
Jika melanggar, segera berikan sanksi. Dan yang paling penting adalah segera memperbaiki trotoar. Perlu diingat bahwa trotoar yang baik itu tidak harus dari keramik mengkilat yang justru menjadi berbahaya karena licin bagi pejalan kaki. Dengan begitu, kota Mataram akan menjadi semakin cantik dan layak dijadikan tempat tujuan

Pelecing

Salah satu ciri khas kuliner khas Sasak  adalah bumbu yang sederhana. Selain itu, rasa asin dan pedas, kerap tercicip pada jenis masakan asli yang dibuat masyarakat untuk masakan keluarga. Akan halnya masakan yang dibuat untuk konsumsi para tamu luar di beberapa lesehan dan rumah makan, cita rasanya telah disesuaikan dengan lidah para tamu. Tentu mereka membuat masakan tidak terlalu ekstrem pedasnya.  Pelecing misalnya, jika anda membeli masakan khas Lombok ini di kampung-kampung Suku Sasak, maka anda akan mendapatkan pelecing dengan level pedas yang lebih hot dari pelecing restoran atau lesehan yang bertebaran di Pulau Lombok.

Pelecing  memang banyak membuat para tamu ketagihan untuk menyantapnya. Tak heran, banyak mereka yang telah datang dan berwisata ke Lombok, memasukkan agenda makan pelecing sebagai salah satu hal yang wajib jika berkunjung ke Lombok lagi. Seperti pengalaman saya makan siang dengan dengan salah seorang peserta seminar di salah satu hotel di Mataram. Sang tamu atau peserta tersebut terlihat sangat bernafsu untuk menyantappelecing. Ia tak mau berhenti meskipun keringatnya bercucuran. “Pedas mas, pedas mas,” katanya berulang-ulang sambil istirahat dan mengulang lagi makan pelecing. Saat berhenti air liurnya meleleh kayak orang sakit gigi.
Jika dikaji secara ilmu browsing, ternyata rangkaian bahan baku pelecing memiliki khasiat yang luar biasa bagi kesehatan. Bisa dibilang pelecing menjadi obat. Salah satu yang terbukti manjur adalah, kalau anda menderita flu atau mulai merasakan pencernaan yang kurang sempurna maka cobalah makan pelecing dengan level pedas lebih tinggi.
Walaupun belum teruji secara medis, banyak orang membuktikan bahwa pelecing mampu merangsang encernya ingus dan menghilangkan pusing. Rupanya, rangsangan yang cukup kuat terjadi karena unsur cabe tomat dan kangkung. Ini hasil browsing saya terhadap tiga jenis bahan baku pelecing . Yang pertama adalah cabe. Dalam situs http://www.theglobal-review.com dimuat betapa cabe sebagai salah satu bahan baku pelecing memiliki manfaat luar biasa. Begini isi tulisannya
Berbagai kegiatan penelitian menyimpulkan dibalik rasa pedasnya, cabe memiliki banyak manfaat terutama bagi kesehatan.  Diantara manfaatnya cabe dapat mengurangi resiko kanker, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan bahkan dapat menyembuhkan luka. Diantaranya adalah Dokter Khursheed Jeejeebhoy. Ahli penyakit dalam dari University of Toronto ini menganjurkan konsumsi makanan pedas secara teratur untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh.
Menurutnya, mengkonsumsi makanan pedas secara tidak berlebihan sangat baik bagi kesehatan dan mengurangi risiko kanker.Hasil penelitian laboratorium di Inggris menemukan, kandungan capsaicin pada cabai yang menimbulkan rasa pedas, dapat membunuh sel kanker tanpa merusak sel normal. Jadi tidak heran mengapa beberapa kasus kanker di Meksiko dan India, yang masyarakatnya banyak mengonsumsi makanan pedas, lebih sedikit dibandingkan negara-negara Barat, yang masyarakatnya cenderung tidak suka makanan pedas.Sementara itu, dua penelitian yang dilakukan tim dari Australia juga mengungkap, menambahkan cabai dalam setiap masakan bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Hasil penelitian itu juga menjelaskan, makanan pedas juga bisa menstabilkan kadar insulin dalam darah.Dalam takaran yang tidak berlebihan, makanan pedas bahkan bermanfaat untuk kesehatan lambung. Demikian hasil studi yang dilakukan tim peneliti dari Hungaria. Capsaicin bisa mengurangi asam lambung dan berfungsi sebagai antiinflamasi.
Penyembuh Luka dan Pereda Demam Tinggi
Bagi masyarakat dipedesaan tanaman cabe banyak digunakan sebagai penyembuh. Diantaranya dapat menyembuhkan luka dan daunnya dapat digunakan sebagai perda demam tinggi.
Untuk penyembuh luka, cabe merah yang dikeringkan dan ditumbuk sampai halus bila ditaburkan pada luka dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Ini disebabkan karena adanya zat capsaicin pada cabe merah yang menghilangkan rasa sakit.
Sementara itu, daun pohon cabe juga dapat digunakan masyarakat dipedasaan untuk menurunkan demam. Caranya ambil segenggam daun cabai rawit, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 sendok minyak selada dan campurkan kedua bahan ini sampai rata. Setelah itu tempelkan ramuan pada ubun-ubun atau dibalurkan pada seluruh badan.
Selimuti badan penderita dengan selimut yang tebal. Tak berapa lama, badan akan mengeluarkan keringat, sehingga panas badan akan menurun dengan cepat.
Berikut Manfaat Lain dari Cabe
Cabe dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Sehingga, lendir yang tersumbat dalam rongga hidung akan menjadi encer dan keluar. Akibatnya, hidung menjadi tidak tersumbat lagi. Ini berlaku pada sinusitis dan juga batuk berdahak.
Cabe dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Karena, dengan mengkonsumsi capsaicin secara rutin darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Sehingga, darah akan mengalir dengan lancar. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis).
Sebagai antibiotik alami.
Cabe dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi. Karena, rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan menghadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Sehingga, rasa sakit tersebut akan berkurang, bahkan hilang.
Cabe dapat meningkatkan nafsu makan pengkonsumsinya. Karena, capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorphin,  hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan. Sehingga, nafsu makan menjadi bertambah.
Kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.
Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida Albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit.
Untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan).
Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.
Mengobati perut kembung.
Membantu pembakaran kalori hingga 25%.
Memberikan kalsium dan fosfor bagi tubuh.
Cabe menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh.
Walau banyak manfaat yang bisa diambil dari mengkonsumsi cabe, namun dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabe secara berlebihan. Jadi tidak salah bila mulai menyisipkan makanan pedas dalam menu harian Anda secara berkala.
Yang Kedua tomat. Dalam situs http://intips-kesehatan.blogspot.com/ ditulis ada 7 manfaat utama tomat . begini tulisannya.
Tomat merupakan salah satu buah yang identik dengan warnanya yang merah menyala. Semua orang tentu sudah tidak asing dengan buah merah yang satu ini. Buah tomat dapat dimakan secara langsung maupun ditambahkan pada aneka masakan favorit seluruh keluarga. Karena tomat merupakan salah satu jenis buah-buahan, maka tak mengherankan jika buah tersebut mengandung berbagai nutrisi yang juga diperlukan oleh tubuh anda. Mungkin tak pernah anda sadari, buah tomat memiliki manfaat yang begitu dahsyat bagi tubuh. Lalu, apa saja manfaat dahsyat tomat bagi kesehatan tubuh tersebut....???
Sahabat, tips kesehatan. Tomat merupakan salah satu buah yang relatif murah meriah dalam hal harganya dipasaran. Sehingga tak mengherankan, tomat selalu ada di dapur ataupun kulkas anda. Meskipun begitu, banyak sekali kandungan nutrisi dalam buah merah menyala tersebut. Berdasarkan faktanya, buah ini merupakan sumber vitamin A, C, K, kalium, folat, thiamin, niacin, vitamin B6, magnesium, fosfor, tembaga serta rendah sodium, lemak jenuh, kalori maupun kolesterol. Inilah yang menjadikan tomat menjadi salah satu buah yang wajib dikonsumsi sehari-hari. Berdasarkan berbagai kandungan nutrisinya, tips kesehatan akan mengupas berbagai manfaat tomat bagi kesehatan tubuh anda. Berikut ini 7 manfaat dahsyat tomat bagi kesehatan tubuh anda :
Melancarkan dan Menyehatkan Sistem Pencernaan. Salah satu kelebihan tomat yaitu merupakan sumber serat yang diperlukan oleh tubuh anda. Sehingga, bagi siapapun yang menginginkan sistem pencernaan tetap sehat dan lancar, mulailah dengan mengkonsumsi buah merah tersebut.
Melindungi kulit wajah dan Kulit Tubuh. Ini dikarenakan, tomat merupakan sumber likopen. Kandungan likopen dalam tomat berfungsi untuk mencegah kerusakanan jaringan kulit yang diakibatkan oleh sinar ultraviolet dari matahari.
Memperkuat Tulang Pada Tubuh. Ini dikarenakan, buah tersebut merupakan sumber vitamin K yang mampu mencegah mengeroposnya tulang atau lebih dikenal dengan istilah osteoporosis.
Pencegah Kanker Yang Lebih Efektif. Bagi anda yang ingin terhindar dari berbagai jenis kanker seperti kanker prostat, mulut, tenggorokan, lambung, usus besar, dan kanker ovarium, mulailah rutin untuk mengkonsumsi buah tomat tersebut.Karena kandungan likopen dalam tomat sangat ampuh mencegah berbagai kanker tersebut.
Pencegah Diabetes Secara Alami. Kandungan kromium dalam buah tomat mampu membantu menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh anda. Sehingga lebih stabil dan tidak membahayakan kesehatan tubuh anda.
Menajamkan Penglihatan Anda. Sumber vitamin A dalam tomat berfungsi untuk menjaga kesehatan mata serta mampu menajamkan daya lihat organ mata seseorang terhadap berbagai benda di sekitarnya.
Memperkuat dan Memperindah Mahkota Kepala Anda. Sumber vitamin A dalam tomat mampu menyehatkan rambut serta memperkuat rambut dari ujung hingga akarnya.
 Yang ketiga adalah kangkung. Begini http://manfaatdaunobat.blogspot.com/    menguraikan manfaat kangkung bagi tubuh.
  Mengobati mimisan: Ambil seikat daun kangkung, cuci kemudian ditumbuk sampai halus, tambahkan sedikit gula, lalu seduh dengan satu air panas, setelah dingin saring dan minum ramuan tersebut sebanyak 2 kali sehari.
  Mengobati sakit kepala: Seikat daun kangkung segar direbus dengan 2 gelas air hingga 1 gelas, kemudian minumlah hasil air rebusan tersebut.
  Mengurangi nyeri haid: Siapkan kira-kira setengah kg daun kangkung, kemudian ditumbuk sampai halus tambahkan air setengah gelas, kemudian saring dan tambahkan satu sendok makan madu. Minum satu kali sehari.
  Mengobati ambeien: Siapkan segenggam akar kangkung, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, minum setengah gelas sebanyak 2 kali sehari.
  Mengatasi insomnia: Bagi anda yang susah tidur malam,  segeralah makan daun kangkung yang ditumis tanpa batang, cara ini sangat mujarab bagi penyakit tersebut.
  Mengobati sakit gigi: Siapkan segenggam akar kangkung tambah cuka sebanyak setengah sendok teh, kemudian rebus dengan air sebanyak 1 gelas .Minum air rebusan tersebut 1 kali sehari.
  Melancarkan buang air kecil: Ambil segenggam akar kangkung, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusan tersebut satu kali sehari.
  Menghilangkan ketombe: Ambil seikat daun kangkung, lalu rendam dengan air secukupnya selama satu malam, gunakan air tesebut untuk keramas ketika lagi mandi, sebaiknya dilakukan setiap hari.
  Mengatasi sembelit dan mual pada ibu hamil: Ibu hamil dianjurkan untuk sering mengonsumsi tumisan sayur kangkung, karena banyak mengandung vitamin untuk pertumbuhan bayi di dalam kandungan.
  Mengobati kulit yang gatal karena eksim: Ambil daun kangkung yang segar, lalu direbus dengan air secukupnya selama 5 menit, setelah hangat pakai air rebusan  tersebut untuk mencuci bagian yang terkena eksim, lakukan setiap hari hingga sembuh.
  Mengatasi gusi bengkak: Ambil 200 gr akar kangkung yang dicuci bersih, tambahkan 200cc cuka, rebus dengan dengan air sebanyak 200cc. Air rebusan tersebut dapat digunakan untuk berkumur, lakukan setiap hari higga sembuh.
  Menghilangkan kapalan: Bagian kulit yang menebal dapat dihilangkan dengan mengoleskan getah kangkung dan lakukan setiap hari.