Jumat, 22 April 2016

Jelajah Gili Air




Saya Zul kawan dari KLU serta dua kawannya, bergerak menggunakan perahu Glass bottom dari dermaga gili Trawangan menuju perairan Gili Air. Gili Air terkenal dengan perairan cantik dan ikan-ikannya yang jinak. Mungkin karena kita bisa menikmati berbagai aktifitas di air menjadi musabab pemberian nama Gili Air. Bayangkan saja, di perarian gili ini, terdapat spot-spot menarik seperti spot Kuda Laut, Kura-kura, berbagai macam ikan dengan aneka warna, serta penghuni laut lainnya. Kita bisa menyapa kuda laut, kura-kura dan ikan dengan santai dan menyenangkan. Orang kampung menamai gili ini dengan sebutan “Tengaq Aiq”. Artinya gili ini berada di tengah-tengah air. Gili yang dihuni oleh masyarakat suku sasak dan suku Bugis ini, biasa ramai pengunjung pada bulan
Juli-Agustus.
Selain tamu lokal seperti saya, gili yang tenang dan menenangkan jiwa ini juga kerap dikunjungi bule dari Australia, Inggris, Perancis, Belanda, Italia, dan negara-negara lain. Rata-rata mereka yang pernah datang sekali, pastin ingin datang kembali untuk kedua kalinya ke tempat yang menyajikan alam pantai serta kenidahan bawah laut nan mengundang takjub ini.
Di Gili Air kita bisa berenang, berjemur di tepi pantai, snorkeling, serta menyelami kedalaman menggunakan peralatan khusus. Saya sempat takjub dengan anak-anak bule yang berenang tanpa alat pengaman. Mereka berenang menuju ke tengah laut serupa ikan-ikan yang bebas menari di habitatnya.
Jika ingin menikmati keindahan terumbu karang serta ikan-ikan warna warni . Ada  5 surga bawah laut yang menjadi tempat favorit dengan suguhan pemandangan bawah airnya. Yaitu Air Wall, Air Slope, Frogfish Point, Segaluh dan Malang Reef. Saya hanya berenang di pinggiran pantai dan belum sempat menikmati tempat-tempat tersebut karena waktu sudah senja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar