Saya Zul kawan dari KLU serta dua kawannya, bergerak
menggunakan perahu Glass bottom dari dermaga gili Trawangan menuju perairan
Gili Air. Gili Air terkenal dengan perairan cantik dan ikan-ikannya yang jinak.
Mungkin karena kita bisa menikmati berbagai aktifitas di air menjadi musabab
pemberian nama Gili Air. Bayangkan saja, di perarian gili ini, terdapat
spot-spot menarik seperti spot Kuda Laut, Kura-kura, berbagai macam ikan dengan
aneka warna, serta penghuni laut lainnya. Kita bisa menyapa kuda laut,
kura-kura dan ikan dengan santai dan menyenangkan. Orang kampung menamai gili
ini dengan sebutan “Tengaq Aiq”. Artinya gili ini berada di tengah-tengah air.
Gili yang dihuni oleh masyarakat suku sasak dan suku Bugis ini, biasa ramai
pengunjung pada bulan
Juli-Agustus.
Selain tamu lokal seperti saya, gili yang tenang dan
menenangkan jiwa ini juga kerap dikunjungi bule dari Australia, Inggris,
Perancis, Belanda, Italia, dan negara-negara lain. Rata-rata mereka yang pernah
datang sekali, pastin ingin datang kembali untuk kedua kalinya ke tempat yang
menyajikan alam pantai serta kenidahan bawah laut nan mengundang takjub ini.
Di Gili Air kita bisa berenang, berjemur di tepi pantai, snorkeling,
serta menyelami kedalaman menggunakan peralatan khusus. Saya sempat takjub
dengan anak-anak bule yang berenang tanpa alat pengaman. Mereka berenang menuju
ke tengah laut serupa ikan-ikan yang bebas menari di habitatnya.
Jika ingin menikmati keindahan terumbu karang serta ikan-ikan
warna warni . Ada 5 surga bawah laut
yang menjadi tempat favorit dengan suguhan pemandangan bawah airnya.
Yaitu Air Wall, Air Slope, Frogfish Point, Segaluh dan Malang
Reef. Saya hanya berenang di pinggiran pantai dan belum sempat menikmati
tempat-tempat tersebut karena waktu sudah senja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar