Wisata
tidak hanya menyangkut keindahan alam yang menjadi Anugerah dari Allah SWT.
Akan tetapi, bagaimana tuan rumah menyambut dengan baik semua tamu yang datang
dari berbagai pelosok daerah di Indonesia.
“Wisata adalah keindahan, keramahtamahan dan kesediaan menyambut
tamu yang berkunjung di Tambora,” demikian ungkap Gubernur NTB TGH M Zainul
Majdi, yang dipetik singkat pada acara Puncak Perayaan Festival Pesona Tambora
2016, di Doro Ncanga Kecamatan Pekat Dompu, Sabtu (16/4/2016) kemarin.
Sebelumnya, sebagai rangkaian pelaksanaan Festival Pesona
Tambora 2016, Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar pawai Budaya dengan
berbusana “Rimpu”. “Rimpu” merupakan busana tradisional masyarakat Mbojo
(Dompu-Bima) dengan berbahan kain sarung tenun. Pada perayaan sehari sebelum
puncak acara Pesona Tambora tersebut, ribuan peserta menyuguhkan dua jenis
Rimpu yang masing-masing memiliki arti dan makna tersediri. Yaitu “Rimpu Mpida”
dan “Rimpu Cole”.
Untuk jenis “Rimpu Mpida”, dimaknai bagi wanita yang masih
perawan dan belum berkeluarga. Seringkali orang-orang menyebut cara memakainya
menyerupai cadar dalam pakaian Timur Tengah. Seluruh bagian wajah ditutupi oleh
kain kecuali mata. Hal ini tentu sesuai dengan ajaran Islam yang memerintahkan
untuk menutup aurat bagi wanita muslim. Kemudian “Rimpu Cole” yaitu menyerupai
pakain wanita berhijab modern masa kini. Yakni tampak seluruh bagian muka,
namun bedanya jika di Bima yang memakai jenis “Rimpu Cole” seperti menandakan
wanita yang telah berkeluarga.(adi) -
Sumber : http://budaya.kampung-media.com/2016/04/18/rimpu-memesona-tambora-15782
Tidak ada komentar:
Posting Komentar