Jumat, 22 April 2016

Pesona Tambora 2016

Wisata tidak hanya menyangkut keindahan alam yang menjadi Anugerah dari Allah SWT. Akan tetapi, bagaimana tuan rumah menyambut dengan baik semua tamu yang datang dari berbagai pelosok daerah di Indonesia.
“Wisata adalah keindahan, keramahtamahan dan kesediaan menyambut tamu yang berkunjung di Tambora,” demikian ungkap Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, yang dipetik singkat pada acara Puncak Perayaan Festival Pesona Tambora 2016, di Doro Ncanga Kecamatan Pekat Dompu, Sabtu (16/4/2016) kemarin.
Sebelumnya, sebagai rangkaian pelaksanaan Festival Pesona Tambora 2016, Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar pawai Budaya dengan berbusana “Rimpu”. “Rimpu” merupakan busana tradisional masyarakat Mbojo (Dompu-Bima) dengan berbahan kain sarung tenun. Pada perayaan sehari sebelum puncak acara Pesona Tambora tersebut, ribuan peserta menyuguhkan dua jenis Rimpu yang masing-masing memiliki arti dan makna tersediri. Yaitu “Rimpu Mpida” dan “Rimpu Cole”.

Untuk jenis “Rimpu Mpida”, dimaknai bagi wanita yang masih perawan dan belum berkeluarga. Seringkali orang-orang menyebut cara memakainya menyerupai cadar dalam pakaian Timur Tengah. Seluruh bagian wajah ditutupi oleh kain kecuali mata. Hal ini tentu sesuai dengan ajaran Islam yang memerintahkan untuk menutup aurat bagi wanita muslim. Kemudian “Rimpu Cole” yaitu menyerupai pakain wanita berhijab modern masa kini. Yakni tampak seluruh bagian muka, namun bedanya jika di Bima yang memakai jenis “Rimpu Cole” seperti menandakan wanita yang telah berkeluarga.(adi) -
Sumber : http://budaya.kampung-media.com/2016/04/18/rimpu-memesona-tambora-15782

Tidak ada komentar:

Posting Komentar